Kerja Keras Itu, Terdengar Sampai Ke “Imam Bonjol”

Kerja Keras Itu, Terdengar Sampai Ke “Imam Bonjol”

“Maka, pembelajaran baiknya perlu kita ambil dan sebarluaskan. Terima kasih PPDP “

Viryan Aziz

POHUWATO,- (Liputan Khusus) KPU Pohuwato mengundang sorotan nasional. Kali ini sebabnya adalah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Yang bertugas mendata pemilih berbasis TPS (Tempat Pemungutan Suara). Yang melakukan pencocokan dan penelitian (COKLIT) terhadap data dan identitas diri para pemilih lingkup RT/RW/Dusun.

Beberapa petugas adhoc itu membuat capaian luar biasa. Yang hebohnya ‘mengejutkan’ Imam Bonjol: merujuk pada alamat Kantor KPU Republik Indonesia.

Ceritanya, saat ini tahapan pemutakhiran data pemilih Pemilihan serentak Tahun 2020 memasuki tahap pencocokan dan penelitan (coklit). Nah, di Pohuwato, ada 298 PPDP. yang masa tugasnya lebih kurang sebulan. Tepatnya (15 Juli–13 Agustus). Akan tetapi, lima dari mereka mampu menuntaskan hingga 100 persen tugasnya hanya dalam kurun lima hari. Bahkan ada yang kurang dari itu: empat hari.

Atas capaian itu, menjadikan Mespi Akase PPDP Desa Bumi Bahari TPS 001, Sulastri Dama PPDP Desa Bumi Bahari TPS 002 Kecamatan Popayato, Anwar H Pakaya PPDP Desa Maleo TPS 002 Kecamatan Paguat, Fatma Akase PPDP TPS 003 dan Sumiyati Tampilang PPDP TPS 004 Desa Padengo Kecamatan Dengilo dibanjiri pujian, reward dan turut menjadi bahasan dan berkesempatan berbicara pada web binar KPU secara nasional.

Prestasi tersebut menegasikan kesungguhan, kerja keras dan usaha.

Capaian yang pantas dibanggakan.

Pasalnya, di Gorontalo, tiga Kabupaten (Gorontalo, Bone Bolango, Pohuwato) menyelenggarakan Pemilihan serentak Tahun 2020. Juga dengan tahapan yang sama: coklit.

Mula informasi tentang capaian PPDP di Pohuwato dikemukakan oleh Sofyan Rahmola. Anggota KPU Provinsi Gorontalo. Divisi Data dan Informasi, Minggu, (19/7/2020), pukul 15.00 WITA.

Mantan Ketua KPU Gorontalo Utara itu mengabarkannya saat kegiatan monitoring dan evaluasi KPU Provinsi Gorontalo di KPU Kabupaten Pohuwato. Yang disampaikan dihadapan pimpinan, sekretariat dan ‘punggawa’ E-COKLIT dan SIGAP KPU Kab. Pohuwato. Di RPP Bumi Panua, Kantor KPU Pohuwato, Jalan M.H. Thamrin, Kawasan Perkantoran, Marisa.

Disela-sela kesempatannya sebagai pembicara, dia mengapresiasi kinerja PPDP di Kabupaten Pohuwato. Yang hanya dalam kurun waktu lima hari sudah 100 persen progresnya.

“Dalam perjalanan saya menuju kesini (KPU Pohuwato), saya meng-update progres tahapan coklit melalui aplikasi e-coklit. Saya kaget. Luar biasa. Dalam lima hari, sudah ada (PPDP) yang progresnya 100 persen” kata Sofyan Rahmola.

Lantas dia mengapresiasi aplikasi e-coklit. Menurutnya, aplikasi terebut benar-benar menjembatani informasi yang dibutuhkan selama proses pemutakhiran data pemilih.

Tak perlu menunggu waktu lama. Kurang dari 24 Jam, berita ini tiba di Imbon (Imam Bonjol).

Besoknya, Senin (20/7/2020), mereka berlima menerima undangan dari Komisioner KPU Republik Indonesia Divisi Data dan Informasi, Viryan Aziz. Melalui media dalam jaringan (daring). Dalam program Viryangopi (Ngopi Coklit PPDP).

Diakuinya, bahwa seharusnya monitoring yang dilakukan adalah untuk melihat masalh yang terjadi di lapangan. Akan tetapi faktanya malah sebaliknya. Sudah ada beberapa PPDP yang telah selesai melakukan tugasnya.

“Pasti rekan-rekan yang telah bergelut dengan data pemilih terkejut dengan ini. Melihat baru lima hari kerja sudah selesai,” ujar Viryan Aziz.

“Maka, pembelajaran baiknya perlu kita ambil dan sebarluaskan. Terima kasih PPDP” timpalnya.

Anwar Pakaya, PPDP TPS 2, Desa Maleo, Kecamatan Paguat mengaku sangat senang sekaligus bangga mendapat kesempatan bercakap-cakap langsung dengan Anggota KPU Republik Indonesia, Viryan Azis.

“Awalnya saya sempat grogi saat menjawab pertanyaan dari pak Viryan. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ungkap Anwar.

Melalui penelusuran, diketahui kelima PPDP ini memiliki pola dan metode kerja yang tidak jauh berbeda meskipun dengan latar belakang dan motivasi berbeda. Ada yang Kepala Dusun dan ada pula Kader Posyandu.

Anwar Pakaya dan Mespi Akase adalah Kepala Dusun di desanya. Cukup mengenal penduduk ditempat mereka bertugas. Bahkan, kapan dan jam berapa warganya berada dirumah telah diketahui. Selain itu, mereka telah melakukan pemberitahuan (sosialisasi) kepada penduduk sekitar tentang tahapan dan waktu coklit serta dokumen kependudukan yang mesti dipersiapkan.

“Sebelum melakukan coklit, kami mencatat nama-nama pemilih di beberapa formulir isian. Begitu sampai di rumah pemilih hanya tinggal mencocokan data setelah itu tanda tangan,” ujar Anwar Pakaya.

Kata Anwar lagi, dalam sehari dirinya dapat menyelesaikan hingga 100 lebih pemilih dengan range pagi (pukul 08.00/09.00 WITA) hingga petang (pukul 05.00 WITA). Pada kesempatan lain hingga pukul 22.00 WITA. Karena menyesuaikan pekerjaan dan profesi pemilih.

Sumiyati Tampilang, mengaku baru pertama kali menjadi PPDP. Sehingga motivasinya adalah semangat dengan pekerjaan baru. Dia sangat bersemangat untuk menyelesaikan tugasnya.

Atas semangat, kerja keras dan kerja tuntas, sebagai penghargaan, masing-masing mereka memperoleh bonus dari Anggota KPU Republik Indonesia, Viryan Azis.*** (YM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *