Komisioner KPU Pohuwato, 116 anggota dan sekretariat PPK, serta Sekretariat PPS Zona 1 jalani Rapid Tes

Komisioner KPU Pohuwato, 116 anggota dan sekretariat PPK, serta Sekretariat PPS Zona 1 jalani Rapid Tes

Rapid test untuk PPK dan PPS selama masa pandemi Covid-19 tertuang pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020, Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19

POHUWATO, https://kab-pohuwato.kpu.go.id/ – Setelah sebelumnya 312 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Pohuwato mengikuti rapid test. Kini giliran seluruh Komisioner dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), sekretariat PPK bersama Sekretariat PPS yang akan di rapid test.

Bahkan dalam waktu dekat ini, kegiatan yang sama juga untuk seluruh staf sekretariat KPU beserta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Hari ini seluruh komisioner dan 116 orang yang terdiri dari PPK, sekretariat PPK, sekretariat PPS yang berada di Zona 1 ikuti rapid test,” ujar Komisioner Divisi Sosialisasi & SDM Musmulyadi, Jumat (10/7/2020).

Pelaksanaan rapid test kali ini masih kerja sama antara KPU Kabupaten Pohuwato dengan otoritas kesehatan di daerah (Rumah Sakit Umum Daerah Bumi Panua (RSBP) dan Dinas Kesehatan Pohuwato). 

Sedikitnya badan adhock (PPK/PPS) yang hari ini di rapid test untuk (Zona 1) berjumlah 116 orang dari kecamatan (Dengilo, Paguat, Marisa, Buntulia & Duhiadaa).  Selanjutnya untuk zona-2 dan Zona-3 pelaksanaan rapid test akan dijadwalkan segera.

Masih ada 196 orang dari penyelenggara di tingkat kecamatan dan desa (PPK/Sekretariat PPK/Sekretariat PPS) yang menunggu jadwal untuk di rapid test.

Terhadap petugas PPDP (298 orang) akan dijadwalkan sebelum tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih 15 Juli 2020 mendatang.

Pelaksanaan rapid test kepada seluruh penyelenggara pemilihan dinilai penting dimasa pandemi Covid-19 ini. Karena petugas yang ada diharapkan dapat terbebas dari virus Corona. Khususnya kepada petugas yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat saat melaksanakan tugas.

Lebih jauh disampaikannya, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab seluruh petugas pemilihan menerapkan standar Protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam pasal 5 beleid PKPU 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

Selain di rapid mereka akan dibekali perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lapangan.

Jika ada petugas yang terpapar, maka akan diistirahatkan dan segala bentuk pekerjaannya diambil alih oleh petugas lainnya.

“Sudah ada regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid 19 (PKPU 6/2020). Masyarakat tidak perlu khawatir, selama menjalankan tugas, seluruh penyelenggara di lapangan (PPK/PPS) termasuk PPDP akan dibekali perlengkapan APD seperti masker,  sarung tangan sekali pakai, pelindung wajah dan hand sanitizer,” terang Mus. (hupmas

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *